Halaman Utama

Senin, 19 Oktober 2009

0 Rileks


Setiap hari kita serasa dikejar-kejar pekerjaan, setiap kali kita merasa ada yang kurang, setiap kali ada saja urusan yang belum terselesaikan. Belum selesai urusan yang kemaren, hari ini sudah ada urusan lain yang harus diselesaikan. Tidak tenang, tergesa-gesa, selalu muncul kekawatiran.
Apalagi jaman dimana kita hidup sekarang ini membuatnya semakin sulit lagi. Kalau dulu, tuntutannya adalah menghasilkan yang lebih besar dan lebih banyak. Sedangkan kini, menghasilkan lebih banyak dan semakin cepat. Karena itu, hidup mesti terus berpacu dengan waktu.
Tidak heran, jenis penyakit yang mematikan di jaman ini adalah penyakit-penyakit yang diakitabkan oleh ketegangan, kepenatan dan stress yang tak tertahankan.

Pernakah anda melihat ada seekor burung yang panik karena ingin segera terbang keluar dari ruangan rumah anda. Ia berusaha keluar, berulang-ulang membenturkan tubuhnya ke jendela kaca yang tertutup. Padahal, sekiranya saja bisa lebih rileks, burung tersebut akan melihat bahwa di dekat jendela tersebut ada sebuah lubang, melalui mana ia dapat terbang dan keluar tanpa kesulitan.
Kadangkala itu pun terjadi pada anda, kita mempunyai banyak maksud baik, punya segudang kemauan berusaha, dan punya kerelaan berkorban yang hampir tanpa batas. Sayang sekali, anda sering tidak punya kemauan yang satu ini yaitu : rileks.
Itulah situasi kejiwaan yang pernah ditulis oleh kitab yang bernama Yesaya. Dalam pasal 30:15-16 dikatakan : “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan. Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. Tetapi kamu enggan. Kamu berkata, ‘Bukan, kami mau naik kuda, dan lari cepat’. Maka kamu akan lari dan lenyap’.
Seringkali kita mau seperti itu, kita berpikir bahwa dengan bekerja keras akan menghasilkan lebih banyak. Maaf, tidak selalu bukan ?
Sebab bisa terjadi di kala kita sedang merelakan waktu sejenak untuk merenung, berpikir ulang, menata kembali, merencanakan dengan baik justru disaat itu kita akan menemukan ada hal lebih yang akan kita peroleh.
Apakah sesuatu itu ? sesuatu itu adalah sikap tenang menghadapi persoalan, atau mengerjakan tugas. Kekuatan diri untuk melanjutkan pekerjaan dan pengharapan baru yang memungkinkan anda menemukan kebaikan-kebaikan dari apa yang anda hasilkan. Tidak akan mudah capai, penat lelah ketika kita mengerjakan pekerjaan.
Hal ini tentu bukan maksud saya supaya anda bersantai ria. Tetapi sedikir rileks-lah

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.