Halaman Utama

Jumat, 02 Oktober 2009

0 Mertua yang Tahu Diri

Seringkali kita mendengar ada mertua bertengkar dengan menantunya. Jika kita melihat sinetron-sinetron di Televisi ada yang menayangkan seputar permasalahan antara Mertua dan Menantu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa dengan hubungan kekerabatan keluarga di Asia pada umumnya dan khususnya di Jawa. Potensi konflik yang ditimbulkan dalam hubungan mertua dan menantu seringkali bisa terjadi.
Sekalipun setiap kali dalam ritual pernikahan mengandung makna, ketika anak mulai memasuki pernikahan orang tua harus rela melepaskan mereka.

Tetapi dalam kenyataan sehari-hari tidak demikian, ada saja masalah yang ditimbulkan dalam hubungan mertua dan menantu baik dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan.
Biasanya masalah yang terjadi dipihak mertua kepada menantu perempuan adalah belum dapat menerima kemampuan menantu perempuan, baik dalam hal masak, mengurus rumah tangga, mengelola keuangan. Sedangkan mertua kepada menantu laki-laki adalah belum menerima keberadaan mereka, apakah bisa mengayomi keluarganya, memberikan nafkah yang layak kepada anaknya, memandang sikap dari menantu laki-laki yang kurang menempatkan diri, membantu kebutuhan anak tanpa sepengetahuan menantu laki-lakinya.
Hal yang paling sering terjadi adalah mertua seringkali meminta bantuan finansial kepada anak tanpa mengerti apa yang sedang dihadapi oleh keluarga anaknya.
Makanya kalau sudah menjadi mertua, hal yang perlu diperhatikan adalah kesadaran diri bahwa anak-anak kita sekarang sudah mempunyai dunianya sendiri. Jadilah Mertua yang tahu diri.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.