Halaman Utama

Senin, 19 Oktober 2009

0 Kecelakaan itu mengubah hidupku


Siapa sangka ketika aku kembali selepas mengantar orang tuaku ke terminal bus sebuah mobil pribadi menabrakku dari belakang. Sempat aku tidak sadarkan diri dan harus dibawa ke rumah sakit oleh orang-orang yang baik hati.
Di dalam ruang perawatan IGD beberapa waktu lamanya terasa gelap dan sunyi. Namun lamat-lamat ku dengar suara yang memanggil namaku, suara yang ku dengar tidak hanya satu tetapi beberapa suara.
Lama-kelamaan kesadaranku pulih dan ketika petugas kepolisian menanyakan bagaimana aku ditabrak. Aku bisa menceritakan dengan baik.
Setelah beberapa waktu di rawat di IGD aku diperbolehkan pulang. Namun sampai di rumah, aku melihat bahwa aku tidak dapat bicara tanganku sebelah kanan tidak dapat digerakkan sama sekali.
Aku teriak dalam hati, kenapa harus seperti ini, disaat aku sedang meniti karier. Tuhan membuat aku terluka.

Malam ketika aku dirumah, menjadi penderitaan yang sangat panjang aku rasakan. Akhirnya atas beberapa saran teman, aku harus kembali dirawat di rumah sakit.
Bibir dalamku harus di jahit 8 jahitan, tanganku harus dikembalikan pada posisinya karena engsel sikunya bergeser dan gigiku yang hampir copot empat harus di operasi dan diberi kawat penguat. Beruntung gigiku tidak dicabut tetapi bisa dikembalikan lagi.
Selintas dalam pikiranku muncul bayangan, aku tidak lagi tampan, aku tidak normal bicara, aku tidak bisa memakai tangan kananku untuk beberapa waktu lamanya.
Setelah semua penanganan, operasi dan perawatan di rumah sakit selesai, aku diperbolehkan dokter untuk pulang.
Justru setelah selesai perawatan itulah hidupku yang kedua (second live) mengalami perubahan.
Malam pertama dan malam-malam berikutnya setiap kali aku tidur tidak pernah merasakan kembali nyenyaknya orang tidur. Bagaimana tidak ? akibat tangan kananku yang sempat lepas engsel sikunya, mengakibatkan punggung sampai leher luar biasa sakitnya. Dalam ketidaksadaran tidurku gerakan tanganku membuat aku mengerang karena tarikan otot punggung dan leherku.
Setiap pagi dan sore ketika aku hendak mandi, sama sekali aku tidak bisa mengambil gayung dari tangan kananku. Beruntung aku masih bisa makan dan menulis dengan tangan kiriku karena memang aku juga terlatih sejak kecil menggunakan tangan kiri.
Selama dua pekan makananku air bubur yang aku telan melalui sedotan bahkan 2 bulan aku harus makan bubur karena aku tidak bisa mengunyah dengan baik. Kurang lebih satu tahun, dari mulai kecelakaan sampai aku sembuh total.
Di hari-hari dimana aku merasakan penderitaan sekaligus penyembuhan anggota tubuhku muncul kegalauan, ketidakgunaan, kehilangan arah muncul silih berganti menghampiriku.
Namun diantara kegalauan, perasaan tidak berguna, kehilangan arah aku masih bisa merenung-renungkan nasib hidupku bagaimana masa depanku, apa yang harus aku lakukan dengan perubahan tubuhku.
Di sela-sela tangis dan rintihan karena sakit aku masih bisa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan bahwa Dia tetap menyelamatkanku. Di tengah perubahan tubuhku aku masih bisa berpikir jernih bahwa sebenarnya Tuhan sedang mendandani ulang arah hidupku.
Maka ketika kesadaran itu semakin nyata dan menjadi penguat pengharapanku, akhirnya aku pun bersuka cita dengan keadaanku bahwa memang Tuhan sedang memberikan kekuatan baru padaku.
Ia sedang membantuk karakterku, semangat hidupku, pemikiranku bahkan dari perubahan itu aku semakin yakin bahwa tubuhku yang sudah terluka masih berguna bagi sesama. Bahkan melalui Panggilan pelayananNya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.