Seorang ibu bergumam….
Setiap kali aku ingat wajah anakku diwaktu kecil, aku tidak rela kalau ia harus meninggalkanku hidup bersama dengan orang yang dicintainya.
Sepertinya aku masih merasakan bahwa baru kemaren aku meneteki-nya, baru kemaren aku menyeka keringatnya, baru kemaren memandikannya, baru kemaren melatihnya untuk makan sendiri, melatihnya berjalan, melatihnya belajar.
Setiap kali mendengar suaranya, aku ingat bagaimana pertama kali ia mengeluarkan suara kecilnya, menangis begitu keras saban kali aku tidak membelikannya makanan, berteriak-teriak jika aku tidak memperhatikannya.
Setiap kali melihat senyum anakku dari kejauhan, aku ingat bagaimana ia bahagia manakala bisa membaca, ia tersenyum ketika permen ditanganku kutaruhkan didalam mulutnya.
Setiap kali ia mengatakan terima kasih, aku ingat tatkala ia menerima uang sakunya, tatkala ia dibantu menyelesaikan PR belajarnya, tatkala ia dibantu merapikan kamar tidurnya.
Setiap kali aku mendengar hembusan nafas tidurnya, aku teringat saat ia minta tidur di gendongan, aku teringat saat ia takut untuk tidur sendirian dan harus aku yang menemaninya.
Setiap kali aku memandang album fotonya, aku teringat masa-masa pertumbuhannya. Dari sejak ia lahir, mulai miring kekanan dan kekiri, tengkurap, belajar berjalan, mulai sekolah, memasuki usia remajanya, tidak ada tempat di hati anakku selain ibunya…ia bercerita, merengek, menangis, merajuk, berkata lantang, tidak menyetujui keputusanku, rasanya baru kemaren semuanya itu terjadi.
Entah sudah berapa lama dan sesering apa, ingatan itu selalu muncul di anganku. Apalagi jika aku merasa sedang sendirian di rumah.
Kadangkala aku bertanya dalam hati…..
Kenapa semuanya itu cepat berlalu dari rengkuhanku ?
Kenapa waktu bersama itu telah berakhir dari hadapanku ?
Namun aku menjadi sadar…bahwa memang itu semua harus terjadi, semua orang mengalami seperti yang aku alami…walaupun berat hati aku katakan, tetapi ini memang harus aku katakan kepada kalian para ibu yang telah melepaskan anak-anak untuk berkeluarga….
Bahwa………….
Anakku sekarang telah menjadi milik orang lain…….aku ingin menjadi orang tua dan mertua yang baik
Setiap kali aku ingat wajah anakku diwaktu kecil, aku tidak rela kalau ia harus meninggalkanku hidup bersama dengan orang yang dicintainya.
Sepertinya aku masih merasakan bahwa baru kemaren aku meneteki-nya, baru kemaren aku menyeka keringatnya, baru kemaren memandikannya, baru kemaren melatihnya untuk makan sendiri, melatihnya berjalan, melatihnya belajar.
Setiap kali mendengar suaranya, aku ingat bagaimana pertama kali ia mengeluarkan suara kecilnya, menangis begitu keras saban kali aku tidak membelikannya makanan, berteriak-teriak jika aku tidak memperhatikannya.
Setiap kali melihat senyum anakku dari kejauhan, aku ingat bagaimana ia bahagia manakala bisa membaca, ia tersenyum ketika permen ditanganku kutaruhkan didalam mulutnya.
Setiap kali ia mengatakan terima kasih, aku ingat tatkala ia menerima uang sakunya, tatkala ia dibantu menyelesaikan PR belajarnya, tatkala ia dibantu merapikan kamar tidurnya.
Setiap kali aku mendengar hembusan nafas tidurnya, aku teringat saat ia minta tidur di gendongan, aku teringat saat ia takut untuk tidur sendirian dan harus aku yang menemaninya.
Setiap kali aku memandang album fotonya, aku teringat masa-masa pertumbuhannya. Dari sejak ia lahir, mulai miring kekanan dan kekiri, tengkurap, belajar berjalan, mulai sekolah, memasuki usia remajanya, tidak ada tempat di hati anakku selain ibunya…ia bercerita, merengek, menangis, merajuk, berkata lantang, tidak menyetujui keputusanku, rasanya baru kemaren semuanya itu terjadi.
Entah sudah berapa lama dan sesering apa, ingatan itu selalu muncul di anganku. Apalagi jika aku merasa sedang sendirian di rumah.
Kadangkala aku bertanya dalam hati…..
Kenapa semuanya itu cepat berlalu dari rengkuhanku ?
Kenapa waktu bersama itu telah berakhir dari hadapanku ?
Namun aku menjadi sadar…bahwa memang itu semua harus terjadi, semua orang mengalami seperti yang aku alami…walaupun berat hati aku katakan, tetapi ini memang harus aku katakan kepada kalian para ibu yang telah melepaskan anak-anak untuk berkeluarga….
Bahwa………….
Anakku sekarang telah menjadi milik orang lain…….aku ingin menjadi orang tua dan mertua yang baik



0 komentar:
Poskan Komentar