Pendampingan Pastoral berhubungan dengan manusia tidak peduli macam kepercayaannya, kedudukan sosialnya, atau prestisenya. Suatu pendampingan yang ditujukan pada kebutuhan-kebutuhan manusia di dalam segala perjalanan hidup ini; dari mulai seorang tukang batu sampai kepada insinyur bangunan, dari seorang pembantu sampai pada majikan, dari seorang juara olah raga sampai penderita cacat fisik, dari seorang anak kecil sampai pada orang tua lanjut usia. Apakah mereka sedang dalam keadaan baik ataupun sedang menderita selalu ada kemungkinan bahwa layanan pastoral dibutuhkan.
Tanda dibutuhkannya pendampingan pastoral itu dapat dikenali melalui suatu saat dimana tekanan dan ketegangan hidup ini mempengaruhi tubuh dan jiwa. Pendampingan pastoral berhubungan dengan manusia dan lingkungannya, tetapi memang biasanya lebih khusus dengan manusia dan lingkungannnya yang bermasalah.
Pendampingan pastoral pun tidak bisa dihayati dengan hanya belajar tehnik-tehniknya saja, tetapi harus memepelajari manusia yang terlibat dalam pendampingan pastoral dan relasi diantara manusia itu.
Seorang anggota jemaat mempunyai masalah. Dia pergi kepada seorang penolong atau seorang penolong menemui orang yang bermasalah, dan pada saat itu sesuatu yang baru akan terjadi yaitu RELASI/HUBUNGAN, jalinan emosional-intelektual antara dua manusia akan terjadi. Pada saat itulah proses pendampingan berlangsung.
Mengapa Pendampingan Pastoral
Jika ada orang yang melayani orang lain yang mengalami masalah atau musibah, biasanya orang lain menganggap hal itu memang selayaknya harus dilakukan dan kalau orang yang melayani atau menolong itu dihargai, maka dia dinilai sebagai orang yang baik. Jarang sekali ada orang yang menanyakan alasannya atau dasarnya mengapa seorang mau melayani orang lain.
Bagi orang Kristen panggilan untuk saling melayani dasarnya bukan karena orang Kristen itu baik, namun sebenarnya ada alas an yang essensial dari Tuhan yang melandasi panggilan itu. Yesus berkata :
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi.”
(Yohanes 13 : 34)
Pertanyaannya, apa yang baru tentang hal kasih ? Kasih adalah suatu kecondongan untuk memasukkan orang lain dalam lingkup keprihatinan seseorang. Kesadaran ini di mulai dengan memperhatikan diri sendiri, prihatin terhadap diri sendiri dan berminat pada diri sendiri. Diri sendiri selalu menjadi pusat kesadaran pada tahap permulaannya. Selanjutnya akan berkembang pada lingkup yang lebih luas.
AKU MEMBERIKAN PERINTAH BARU KEPADA KAMU, SUPAYA KAMU SALING MENGASIHI
Kasih pada tahap mengasihi lingkungan keluarga dekat dan teman dekat bukanlah merupakan konsep yang baru. Tetapi penerapan Yesus terhadap perintah Allah bahwa manusia mengasihi dan melayani orang lain di luar lingkungan orang-orang terdekat, itulah yang baru.
Pertanyaannya, mengapa kita harus mengasihi dan melayani orang di luar lingkungan terdekat kita ?
Kita mengasihi karena kasih itu universal dan kasih itu adalah makna hidup. Setiap orang membutuhkan kasih dari siapapun dan setiap orang yang menerima kasih, ia merasa bahwa mempunyai makna hidup sebab membutuhkan dan dibutuhkan orang lain.
Kebutuhan inilah yang harus dilakukan oleh siapapun terutama bagi mereka yang telah menerima Kristus dalam hidupnya.
Hubungannya apa antara perintah Tuhan Yesus dengan Pendampingan Pastoral ?
Perintah Tuhan Yesus adalah mengasihi setiap orang tanpa memandang apapun, demikian pula pendampingan pastoral adalah layanan untuk menolong orang lain tanpa memandang apapun. Setiap orang yang telah menerima kasih Yesus dan menerapkan kasih seperti yang diperintahkan-Nya berarti pula bersedia untuk mengadakan pendampingan pastoral kepada siapapun.
Maka tidak aneh apabila pendampingan pastoral dibutuhkan oleh banyak orang. Sebab ia melampaui batas-batas tertentu dari kehidupan. Selama ada masalah, ketidakmampuan seseorang menjalankan hidup pada saat itu pendampingan pastoral harus dijalankan.
Tanda dibutuhkannya pendampingan pastoral itu dapat dikenali melalui suatu saat dimana tekanan dan ketegangan hidup ini mempengaruhi tubuh dan jiwa. Pendampingan pastoral berhubungan dengan manusia dan lingkungannya, tetapi memang biasanya lebih khusus dengan manusia dan lingkungannnya yang bermasalah.
Pendampingan pastoral pun tidak bisa dihayati dengan hanya belajar tehnik-tehniknya saja, tetapi harus memepelajari manusia yang terlibat dalam pendampingan pastoral dan relasi diantara manusia itu.
Seorang anggota jemaat mempunyai masalah. Dia pergi kepada seorang penolong atau seorang penolong menemui orang yang bermasalah, dan pada saat itu sesuatu yang baru akan terjadi yaitu RELASI/HUBUNGAN, jalinan emosional-intelektual antara dua manusia akan terjadi. Pada saat itulah proses pendampingan berlangsung.
Mengapa Pendampingan Pastoral
Jika ada orang yang melayani orang lain yang mengalami masalah atau musibah, biasanya orang lain menganggap hal itu memang selayaknya harus dilakukan dan kalau orang yang melayani atau menolong itu dihargai, maka dia dinilai sebagai orang yang baik. Jarang sekali ada orang yang menanyakan alasannya atau dasarnya mengapa seorang mau melayani orang lain.
Bagi orang Kristen panggilan untuk saling melayani dasarnya bukan karena orang Kristen itu baik, namun sebenarnya ada alas an yang essensial dari Tuhan yang melandasi panggilan itu. Yesus berkata :
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi.”
(Yohanes 13 : 34)
Pertanyaannya, apa yang baru tentang hal kasih ? Kasih adalah suatu kecondongan untuk memasukkan orang lain dalam lingkup keprihatinan seseorang. Kesadaran ini di mulai dengan memperhatikan diri sendiri, prihatin terhadap diri sendiri dan berminat pada diri sendiri. Diri sendiri selalu menjadi pusat kesadaran pada tahap permulaannya. Selanjutnya akan berkembang pada lingkup yang lebih luas.
AKU MEMBERIKAN PERINTAH BARU KEPADA KAMU, SUPAYA KAMU SALING MENGASIHI
Kasih pada tahap mengasihi lingkungan keluarga dekat dan teman dekat bukanlah merupakan konsep yang baru. Tetapi penerapan Yesus terhadap perintah Allah bahwa manusia mengasihi dan melayani orang lain di luar lingkungan orang-orang terdekat, itulah yang baru.
Pertanyaannya, mengapa kita harus mengasihi dan melayani orang di luar lingkungan terdekat kita ?
Kita mengasihi karena kasih itu universal dan kasih itu adalah makna hidup. Setiap orang membutuhkan kasih dari siapapun dan setiap orang yang menerima kasih, ia merasa bahwa mempunyai makna hidup sebab membutuhkan dan dibutuhkan orang lain.
Kebutuhan inilah yang harus dilakukan oleh siapapun terutama bagi mereka yang telah menerima Kristus dalam hidupnya.
Hubungannya apa antara perintah Tuhan Yesus dengan Pendampingan Pastoral ?
Perintah Tuhan Yesus adalah mengasihi setiap orang tanpa memandang apapun, demikian pula pendampingan pastoral adalah layanan untuk menolong orang lain tanpa memandang apapun. Setiap orang yang telah menerima kasih Yesus dan menerapkan kasih seperti yang diperintahkan-Nya berarti pula bersedia untuk mengadakan pendampingan pastoral kepada siapapun.
Maka tidak aneh apabila pendampingan pastoral dibutuhkan oleh banyak orang. Sebab ia melampaui batas-batas tertentu dari kehidupan. Selama ada masalah, ketidakmampuan seseorang menjalankan hidup pada saat itu pendampingan pastoral harus dijalankan.



0 komentar:
Poskan Komentar