Halaman Utama

Rabu, 25 Januari 2012

0 Komunikasi Dalam Konseling


Dalam Proses konseling, komunikasi adalah hal yang perlu diperhatikan, sebab selama proses konseling berlangsung, komunikasi memegang peranan penting antara konselor dan klien. Oleh karena itu seorang konselor perlu menguasai teknik dalam berkomunikasi ketika menerima atau merespon pernyataan klien dan mengkomunikasikan kembali kepada klien.  Dalam komunikasi seorang konselor perlu menggunakan respon-respon yang menunjang pencapaian tujuan konseling tersebut. Ada beberapa hal yang mendasar perlu diperhatikan oleh konselor dalam berkomunikasi dengan klien, antara lain : 

Attending (Perhatian)
Attending adalah teknik yang sederhana tetapi sangat penting pada saat akan dimulainya proses konseling. Seorang konselor yang telah menerima keberadaan klien, harus bisa memusatkan dirinya kepada klien. Tujuannya supaya Klien tumbuh kesan pertama yang baik kepada konselor bahwa ia berada bersama dengan orang yang tepat untuk menyatakan secara bebas apa saja yang akan disampaikannya. 

Opening (pembukaan)
Opening adalah ketrampilan / teknik untuk membuka / memulai komunikasi dan hubungan konseling. Contohnya menyambut kehadiran klien dan membicarakan topic netral seperti menjwab salam, mempersilakan duduk dll.

Acceptance (penerimaan)
Acceptance (penerimaan) adalah teknik yang digunakan konselor untuk menunjukan minat dan pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan klien. Contohnya anggukan kepala dll.

Rertatement (pengulangan)
Restatement adalah teknik yang digunakan konselor untuk mengulang / menyatakan kembali pernyataan klien ( sebagian atau seluruhnya ) yang dianggap penting.

Reflection of fefling (pemantulan perasaan)
Reflection of fefling (pemantulan perasaan) adalah teknik yang digunakan konselor untuk memantulkan perasaan / sikap yang terkandung dibalik pernyataan klien.

Clafication (klarifikasi)
Clafication (klarifikasi) adalah teknik yang digunakan untuk mengungkapkan kembali isi pernyataan klien dengan menggunakan kata-kata baru dan segar. Contohnya pada intinya, pada dasarnya dll.

Paraprahing
Paraprashing adalah kata-kata konselor untuk menyatakan kembali esensi dari ucapan-ucapan klien. Contohnya “ya”, “benar/betul” secara spontan dari klien.

Structuring (pembatasan)
Structuring (pembatasan) adalah teknik yang digunakan konselor untuk memberikan batas-batas /pembatasan agar proses konseling berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam konseling.
 
Lead (pengarahan)
Lead (pengarahan) adalah teknik / ketrampilan yang digunakan konselor untuk mengarahkan pembicaraanklien dari suatu hal ke hal yang lain secara langsung ketrampilan ini sering pula disebut ketrampilan bertanya.

Silence (diam)
Silence (diam) adalah suasana hening, tidak ada interaksi verbal antara konselor dank lien dalam proses konseling.

Reassurance (penguatan / dukungan)
Reassurance (penguatan / dukungan ) adalah ketrampilan / teknik yang digunakan oleh konselor untuk memberikan dukungan / penguatan terhadap pernyataan positif klien agar ia menjadi lebih yakin dan percaya diri.

Rejection (penolakan)
Rejection (penolakan) adalah ketrampilan / teknik yang digunakan konselor unutuk melarang klien melakukan rencana yang akan membahayakan / merugikan dirinya atau orang lain.

Advice (Saran/nasehat)
Advice adalah ketrampilan / teknik yang digunakan konselor untuk memberikan nasehat atau saran bagi klien agar dia lebih jelas mengenai apa yang akan dikerjakan.

Summary (ringkasan/kesimpulan)
Summary ( ringkasan / kesimpulan ) adalah ketrampilan / teknik yang digunakan konselor untuk menyimpulkan atau ringkasan mengenai apa yang telah dikemukakan klien pada proses komunikasi konseling.

Konfrontasi (pertentangan )
Konfrontasi ketrampilan / teknik yang digunakan oleh konselor untuk menunjukan adanya kesenjangan, diskrepansi atau inkronguensi dalam diri klien kemudian konselor mengumpanbalikan kepada klien.

Interprestasi (penafsiran)
Interprestasi adalah ketrampilan / teknik yang digunakan oleh konselor dimana atau karena tingkah laku klien ditafsirkan / diduga dan dimengerti dengan dikomunikasikan pada klien. Selain itu didalam interpretasi konselor menggali dan makna yang terdapat dibelakang kata-kata klien atau dibelakang perbuatan / tindakannya yang telah diceritakannya. Bertujuan membantu klien lebih memahami didiri sendiri bila mana klien bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka.

Termination (pengakhira)
Termination (pengakhiran) adalah ketrampilan / teknik yang digunakan konselor untuk mengakhiri komunikasi berikutnya maupun mengakhiri karena komunikasi konseling betul-betul telah “berakhir”.

 

Senin, 23 Januari 2012

0 Elisabeth Kübler-Ross

Elisabeth Kübler-Ross, M.D. (July 8, 1926 – August 24, 2004) was a Swiss American psychiatrist, a pioneer in Near-death studies and the author of the groundbreaking book On Death and Dying (1969), where she first discussed what is now known as the Kübler-Ross model.[1]
She is a 2007 inductee into the American National Women's Hall of Fame.[2] She was the recipient of twenty honorary degrees and by July 1982 had taught, in her estimation, 125,000 students in death and dying courses in colleges, seminaries, medical schools, hospitals, and social-work institutions.[3] In 1970, she delivered the The Ingersoll Lectures on Human Immortality at Harvard University, on the theme, On Death and Dying.

Birth and education
Elisabeth Kübler was born on July 8, 1926 in Zürich, Switzerland, one of triplets. Elisabeth was born fifteen minutes before her identical sister, Erika. Minutes later came her sister, Eva.[4] Her family were Protestant Christians. Her father did not want her to study medicine, but she persisted. Eventually her father took pride in her career. In an interview she stated: In Switzerland I was educated in line with the basic premise: work work work. You are only a valuable human being if you work. This is utterly wrong. Half working, half dancing - that is the right mixture. I myself have danced and played too little."[5]
During World War II she became involved in refugee relief work in Zürich and later visited Majdanek death camp. She graduated from the University of Zürich medical school in 1957.

Academic career
She moved to the United States in 1958 to work and continue her studies in New York.
As she began her psychiatric residency, she was appalled by the hospital treatment of patients who were dying. She began giving a series of lectures featuring terminally ill patients, forcing medical students to confront people who were dying.
In 1962 she accepted a position at the University of Colorado School of Medicine. Kübler-Ross completed her training in psychiatry in 1963, and moved to Chicago in 1965. She became an instructor at the University of Chicago's Pritzker School of Medicine. She developed there a series of seminars using interviews with terminal patients, which drew both praise and criticism. She sometimes questioned the practices of traditional psychiatry that she observed. She also undertook 39 months of classical psychoanalysis training in Chicago.
Her extensive work with the dying led to the book On Death and Dying in 1969. In this work she proposed the now famous Five Stages of Grief as a pattern of adjustment. These five stages of grief are denial, anger, bargaining, depression, and acceptance. In general, individuals experience most of these stages, though in no defined sequence, after being faced with the reality of their impending death. The five stages have since been adopted by many as applying to the survivors of a loved one's death, as well.
Kübler-Ross encouraged the hospice care movement, believing that euthanasia prevents people from completing their 'unfinished business'.
In 1977 she persuaded her husband to buy forty acres of land in Escondido, California, near San Diego, where she founded "Shanti Nilaya" (Home of Peace). She intended it as a healing center for the dying and their families. She was also a co-founder of the American Holistic Medical Association.
In the late 1970s Kübler-Ross became interested in out-of-body experiences, mediumship, spiritualism and in other ways attempting to contact the dead. This led to a scandal connected to the Shanti Nilaya healing center where she was duped by the medium Jay Barham, founder of the Church of the Facet of the Divinity. Claiming he could channel the spirits of the departed and summon ethereal "entities", he encouraged church members to engage in sexual relations with the "spirits". He may have hired several women to play the parts of female spirits for this purpose.[6] Kubler-Ross' friend Deanna Edwards attended a service to ascertain whether allegations against Barham were true. He was found to be naked and wearing only a turban when Edwards unexpectedly pulled masking tape off the light switch and flipped on the light.[7][8][9]
Kubler-Ross may have thought that Christianity taught transmigration of the soul (reincarnation).[7]
She conducted many workshops on AIDS in different parts of the world. In 1990 she moved the healing Center to her own farm in Head Waters, Virginia to reduce her extensive travelling.
Kübler-Ross suffered a series of strokes in 1995 which left her partially paralyzed on her left side, and the healing Center closed around that time. In a 2002 interview with The Arizona Republic, she stated that she was ready for death. She died in 2004 at her home in Scottsdale, Arizona, and was later buried at the Paradise Memorial Gardens cemetery.

Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Elisabeth_K%C3%BCbler-Ross.

Rabu, 18 Januari 2012

0 Istilah Konseling

Konseling (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
  • kon-se-ling n 1 pemberian bimbingan oleh yg ahli kpd seseorang dng menggunakan metode psikologis dsb; pengarahan; 2 pemberian bantuan oleh konselor kpd konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman thd kemampuan diri sendiri meningkat dl memecahkan berbagai masalah; penyuluhan.
Kasus
ka-sus n 1 keadaan yg sebenarnya dr suatu urusan atau perkara; keadaan atau kondisi khusus yg berhubungan dng seseorang atau suatu hal; soal; perkara; 2 Ling a kategori gramatikal dr nomina, frasa nominal, pronomina, atau adjektiva yg menunjukkan hubungannya dng kata lain dl konstruksi sintaksis; 


Verbatim
ver·ba·tim /vérbatim/ a kata demi kata; menurut apa yg tertuang dl tulisan 

Empati
em·pa·ti /émpati/ n Psi keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain;


Simpati
sim·pa·ti n 1 rasa kasih; rasa setuju (kpd); rasa suka: banyak negara yg menaruh -- kpd perjuangan bangsa itu; 2 keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dsb) orang lain: rakyat yg menderita akibat bencana alam itu mendapat -- dr berbagai kalangan;


Selasa, 17 Januari 2012

0 ALFRED ADLER (ADLER)

Nama               :  Alfred Adler
Tmpt/Tgl Lahir  :  Wina, 7 Februari 1870
Profesi    : Dokter penyakit dalam sekaligus psikolog.
Sejarah Hidup dan Karier
Addler lahir dari seorang ayah yang bernama Leopard Adler dari Burgenland dan ibunya berasal dari Moravia. Ia tamat dari sekolah kedokteran di Unversitas Viena pada tahun 1895. Pada tahun 1900 Adler mempelajari tentang simptom-simptom psikopatologi dalam kedokteran umum. Pada tahun 1902 ia bergabung dengan lembaga psikoanalisis Wina yang didirikan oleh Freud, menjadi anggota dan kemudian ketua Masyarakat Psikoanalis Wina.
Selama perang dunia pertama, Adler bekerja sebagai dokter pada laskar tentara Austria dan sesudah perang ia tertarik pada bimbingan anak-anak. Ia juga mendirikan sejumlah klinik bimbingan bagi anak-anak. Pada tahun 1935, Adler menetap di Amerika Serikat tempat ia meneruskan praktiknya sebagai psikiater dan menadi profesor dalam psikologi medis di Long Island College of Medicine. Ia meninggal di Aberdeen, Skotlandia pada tanggal 25 Mei 1937 ketika ia mengadakan perjalanan keliling untuk memberikan ceramah.
Alfred Alder sebagai seorang psikolog terkenal dengan teori psikologi individual.
Tema-tema pokok dar teori psikologi Adler, antara lain :
  • Mengenai perasaan Inferioritas, Adler mengemukakan dua sumber inferioritas yaitu inferioritas fisik dan inferioritas psikologi.
  • Kompensasi
  • Kemasyarakatan
  • Diri Kreatif
  • Penentu-penentu sosial kepribadian.

Alfred Adler's Theory

Selasa, 13 Desember 2011

0 Anna Freud

Nama :Anna Freud
Status : Anak Bungsu dari 6 bersaudara putri Sigmund Freud
Tempat Lahir : Vienna (Wina) Austrria
Tanggal Lahir : 3 Desember 1895
Meninggal : London, 8 Oktober 1982
Profesi : Psikoanalisis
Perjalanan Karier : Guru Sekolah dasar dan psikoanalisis, menjadi anggota psikoanalisis Viena ejak tahun 1922, aktif dalam perkumpulan Asosiasi Psikoanalisis Internatioal dan menduduki jabatan presiden kehormatan, Aktif  mengajar pada tahun 1926 sampai dengan 1927 di Institut Psikoanalisis Vienna


Perjalanan Hidup dan Kariernya.
Kehidupan, hasil pikiran dan karyanya tumbuh bersama dengan kebesaran nama Sigmund Freud sang ayah yang mempunyai hubungan dekat dengannya. Sigmund Freud bukan hanya menjadi seorang ayah baginya, tetapi juga penasehat ilmiah yang selalu mengikuti perkembangannya.
Diawali dari mengikuti pelatihan sebagai guru sekolah dasar dan psikoanalisis. Sejak menjadi anggota Asosiasi Psikoanalisis Vienna tahun 1922 ia mempraktekkan dan mengajarkan psikoanalisis sejak saat itu.
Anna Freud mempraktekkan dan mengembangkan teori psikoanalisis yang diterimanya dengan memberikan seminar mengenai analisis anak, pembaharuan teknik, membahas kasus-kasus muncul. Dengan memfokuskan diri pada analisis anak, maka tidak heran jika Badan Pendidikan Kota Vienna pada tahun 1922 mengundangnya untuk memberikan kuliah bagi para pendidik dan orang tua.
Pada tahun 1938 Anna pindah dari Austria ke London sampai meninggalnya. Selama perang dunia II ia mendirikan dan memimpin The Hampstead War Nurseries, yang merupakan tempat penampungan untuk anak-anak pengungsi perang dan mereka yang tidak memiliki rumah. Dari aktifitas dalam menampung anak itulah ia bisa mengembangkan ilmunya dengan meng-observasi kehidupan dan perilaku anak-anak yang ditampungnya. Dalam pengamatan yang dilaporkannya setiap bulan menemukan suatu gejala penting bahwa tugas dan kehadiran seorang ibu sangat penting bagi perkembangan kehidupan mental seorang anak. Mereka juga menemukan bahwa anak akan bertahan dan merasa aman kalau mereka berada dekat ibu mereka dan kalau ibu mereka tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan.

Karya Anna Freud semasa Hidup dan Kariernya :
a.       Children in the Hospital (1965), ditulis bersama dengan Bergman Thesi
b.      Beyond The Best Interests of the child (1973), ditulis  bersama Goldstein dan Solnit.
c.       Introduction to Psychoanalysis: Lectures for child Analysis And Teachers (1966-1974), kuliah yang diberikan selama  tahun 1922-1935.
d.      Research at the Hampstead Child Therapy Clinic and Other Papers (1956-1965, 1968)
e.      Das Ich und die Abwehrmechanismen (1936, 1966), edisi bahasa inggrisnya: The Ego and the Mechanisms of Defense.
f.        Infants Without Families: Reports On The Hampstead Nurseries (1939-1945 1973, dituis bersama Dorothy Burlingham.
g.       Indications for Child Analysis and Other Papers (1945-1956, 1968)
h.      Normality and Pathology in Childhood: Assessments of Development (1965, 1970)
i.         Research at the Hampstead Child Therapy Clinic and Other papers (1956-1965, 1968)
j.        Problems Of Psychoanalysis Training, Diagnosis, and the technique of Therapy (1966, 1970, 1971).




Rabu, 02 November 2011

0 Psychotherapy and Counseling

Counseling provides a focused and relatively quick way for clients to review, understand, and sort out their problems.
Talking about problems is an essential part of accepting them, coping with them, and then moving on. In the past, the family unit was larger and tended to stay together; whole networks of relatives across the generations were able to provide a supportive framework. Young mothers were not left on their own, men returning from work had someone to whom they could talk, and the burden of running a household was shared. Priests offered a listening ear to a community, and the local church was a much more social activity. Today, with increased financial pressures and expectations, as well as a smaller family unit, many people find themselves virtually alone. The carefully structured network of friends, family, and fellow parishioners no longer exists to the same extent that it once did. Families have become isolated units, and urban living has resulted in communities where people do not even know their neighbors. Environmental and social factors make modern day living more stressful than ever, but there are fewer and fewer releases available.The result is that people are unable to express emotions on a daily level; they bottle up their feelings, causing stress- and anxiety-related symptoms and illnesses. Supportive counseling offers a chance to release the emotions, by talking to someone who will be compassionate and practical, and who will above all listen. Counseling is not a new idea, but it has a new role as the pressures within society increase. Indeed, it has come to be recognized as crucial in the treatment of many conditions, including chronic medical problems, serious abuse, and long-term distress, such as that which is the result of involvement in large-scale disasters and traumas for both victim and observer.The most immediate effect of good counseling is the gratifying experience for the client of being heard fully, maybe for the first time. This generally leads on to the relieved disclosure of present or long-term difficulties, and possibly also of hitherto unrecognized feelings. The client finds that with increased self ­knowledge and understanding, changes in perception and behavior become possible.Once the situation has become clear, the work of counselor and client may then involve the setting of specific goals within a plan of action, to be implemented with support from the counselor. Alternatively, it may be directed toward the long-term future ­toward achieving greater flexibility, resilience, and strength, along with an improved repertoire of responses in relating to other people or to new situations which may occur.Types of CounselingProblem-Focused Counseling This provides help in overcoming aud learning to cope with a specific problem. It is usually a short-term therapy only.Developmental Counseling This centers on the individual rather than on problems. It aims at altering the client's attitude toward self and toward life, and is often a long-term procedure.Co-counseling In this type of counseling both client and counselor take turns to act as counselor. By listening and responding to the counselor-as-client for half the session, the client learns about his or her own emotions and mental processes.Problems That Can Be Helped by CounselingCounseling can be effective in helping people deal with decision -making (particularly professional or career decisions); a crisis or sudden overwhelming change, such as the unexpected breakup of a marriage; post-traumatic stressFree Reprint Articles, where a person is beginning the process of recovery from a deeply shocking experience.
Source: Free Articles from ArticlesFactory.com

ABOUT THE AUTHOR

Read out for Strength ball training. Check out arthritis and diagnostic tests

Diberdayakan oleh Blogger.